Games Kelas Bunda Sayang Level 1 : Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif (Hari 3)

Setoran tantangannya bolong-bolong hu..hu..hu.. 😭😭

Ngasuh anak sendiri, plus beberes rumah, plus masak, plus jadi perawat buat suami yang lagi sakit itu benar-benar menguras habis tenaga. Harap dimaklumi, belum terbiasa dengan kondisi model begini. Daripada setorannya bolong lagi, mengingat saya benar-benar teler maksimal setelah anak tertidur, lebih baik saya setor sekarang saat masih jam kantor, anak baru tidur, dan kerjaan sudah kelar. Cerita kali ini masih tentang Idhan, yang sebenarnya cerita 2 hari lalu dan kemarin tapi telat setor.. Rapeeeelll...  hehehehe..

Idhan Sayang Chiko

Entah mengapa sebulan ini luar biasa sulitnya mencari pospak dengan merek dan ukuran yang dipakai Idhan. Biasanya, memang saya memiliki stok untuk sebulan yang saya beli saat sedang promo. Nah ini sampai stoknya pun ludes tak bersisa, saya tetap tidak memperoleh pospak itu. Bahkan merk lain pun tidak ada yang ukuran Idhan. Sampai-sampai hari Sabtu kemarin,  4 November 2017, sejak pagi kami sekeluarga keliling kota demi pospak, dan tak terhitung berapa banyak toko waralaba yang kami masuki.Dalam pencarian ini, kami tidak sengaja menemukan seorang penjual burung. Saya dan suami langsung antusias, mengingat sudah lama kami memang ingin membelikan Idhan hewan peliharaan. Setelah tawar-menawar, jadilah burung itu berpindah tangan dan diberi nama Chiko.

Hari pertama bersama Chiko dilalui dengan tidak tenang. Kami cukup kerepotan dengan Idhan yang amat antusias ingin 'membelai' Chiko. Chiko memang hanya ditaruh di botol air minum saat kami beli, dan Idhan sudah terlanjur tahu. Pada akhirnya perhatian Idhan bisa dialihkan, dan Chiko pun aman masuk sangkar. Hari pertama bersama Chiko, aman.

Hari kedua Chiko bersama kami, Suami sudah memilihkan tempat untuk menambatkan sangkar Chiko. Karena tempatnya yang mudah dilihat, di teras depan rumah pas di depan pintu, maka jangan ditanya seheboh apa Idhan ingin 'membelai' kembali si Chiko. Betapa sulitnya kami menghindari kata 'jangan' dan memilih kosakata yang tepat untuk memberikan pemahaman pada  Idhan. KISS (keep information short and simple) susah sekali ketika Idhan sudah mulai menghentak-hentakkan sarang Chiko dengan maksud mengajak Chiko bermain. Chiko kan burung.. bukannya seneng diuntang-anting, Chiko malah stress panik di dalam kandangnya. 😱😱😱 Yang terjadi selanjutnya adalaaaahhh adegan berikut.
Me : Idhan, Chikonya disayang ya nak.. Chikonya pusing kalau Idhan goyang-goyang rumahnya
Idhan : Mmmuaaahhh.. (cium kandang Chiko) 
Me : *deepsigh* *tepokjidat*

Idhan selama ini taunya kalau kata disayang = dicium. Peer buat kami untuk meluruskan konsep kasih sayang ini. Semangat berusaha, Amah!!!!!


Note:
Saya adalah seorang ibu yang tidak mau dipusingkan soal pospak vs clodi. Saya pendukung Go Green loh, saya termasuk orang yang sering recicle dan reuse barang yang dianggap limbah/sampah, selain itu saya juga menggunakan menstrual cup untuk mengurangi timbunan sampah (selain alasan seringnnya iritasi gara-gara pembalut). Tapi untuk urusan anak, saya tetap menggunakan pospak. Mengapa? Alasannya sederhana, karena saya tidak mau menambah beban Mama saya yang selama ini membantu saya menjaga Idhan saat saya sedang bekerja. 

Ekspresi Idhan waktu beritahu bahwa Chiko pusing jika sangkarnya digoyang-goyang


Meskipun 'sayang' versi Idhan berbeda dari yang kami maksud, namun Idhan cukup paham untuk tidak menyakiti Chiko

Komentar

Postingan Populer