Games Kelas Bunda Sayang Level 1 : Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif (Hari 4)

Mumpung kebangun dan masih ada energi, bikin setoran dulu. Namanya juga rapelan..

Hari ini adalah hari pertama Idhan jadi anak kantoran. Karena belum terbiasa membawa Idhan full seharian di kantor, segala tetek bengek perintilan punya Idhan pun sudah Saya siapkan sejak malam. Tapi tetap saja, saat pagi menjelang segala rutinitas pagi hari benar-benar menyita waktu. 

Takut jika Idhan bangun tapi Saya masih belum selesai mengerjakan perintilan urusan rumah Dan dapur (bisa nyaring bener suara Idhan nanti), Saya pun memutuskan untuk meminta suami membantu. Kaidah choose the right time jelaaaass dilompati, karena Saya yakin seyakin-yakinnya jika mengatas namakan anak pasti suami bisa langsung berlari. 

Awalnya Saya membangunkan suami Dan memintanya untuk membantu menjemur pakaian. Eye contact? Tidak Ada, karena Saya benar2 membangunkannya dari tidur nyenyak. Komunikasi yang Saya sampaikan diterima jelas? Jelas tidaaakk, lah masih setengah nyawa. Respon? Lanjut tidur.

Marah? Sempat emosi lah.. Lah Saya sudah hectic Dr semalam. Lalu Saya sadar, saya salah. Setengah jam kemudian, Saya ulangi membangunkannya suami. Kali ini sampai benar2 terjaga Dan suami menatap mata Saya. Dengan menjaga nada suara, Saya minta suami untuk bangun Dan membantu Saya sebelum Idhan bangun. Plus, Saya ingatkan kalau waktu subuh sudah hampir habis. Hasilnya? Langsung loncat. 
Ikut ngantor, Idhan tidur di kasur yang diletakkan di belakang meja kerja Saya. Namanya disebut dalam cerita, jadi fotonya Idhan aja g usah Apahnya 😋

Komentar

Postingan Populer