Games Kelas Bunda Sayang Level 1 : Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif (Hari 2)

Amah Harus Setrong!!

Setrong? Iya, baru pingin pakai istilah kids jaman now untuk mendeskripsikan keteguhan, kekuatan. Buat saya setrong hari ini tidak hanya kuat otot macam Gatotkaca, tapi juga menjaga kewarasan dan ketenangan.. (tarik napas, hembuskan)

Hari ini, nyaris buntu jalur komunikasi produktif dalam rumah. Kondisi badan saya yang rasanya patah-patah akibat memaksakan diri ikut olahraga padahal sudah 3 tahun tidak pernah berolah raga, ditambah pikiran yang tidak tenang karena mama saya meminta mudik (Idhan otomatis jadi anak kantoran lagi), daaaaann suami yang tidak bisa diajak tandem urusan domestik karena sedang sakit gigi yang konin lebih dahsyat dari sakit hati (duh deeekk...). Terus terang saya tidak bisa menunjukkan empati untuk urusan sakit gigi, karena alhamdulillah saya belum pernah merasakan dahsyatnya sakit gigi (maafkaaaann).

Seperti biasa, saat suami (Apah, 36 thn) ada di rumah, Idhan pasti totalitas manjanya. Idhan lebih memilih untuk bermain bersama Apah daripada saya, Amah. Tak terkecuali hari ini. Di titik inilah saya harus banyak menghela nafas, menjernihkan pikiran, dan benar-benar memilih kosakata untuk diucapkan. Bagaimana tidak? Idhan ingin bermanja dan bermain dengan si Apah yang sedang tidak bisa diganggu gugat sama sekali karena sedang berperang melawan sakit giginya. Menarik perhatian Idhan untuk tidak menuju ke kamar dimana Apah tidur itu luar biasa susahnya. Saya benar-benar menahan diri untuk menyerah dengan menawarkan gadget agar Idhan mau duduk tenang.

Saat Idhan mulai berusaha yang kesekian kali untuk menarik perhatian Apah, saya akhirnya mencoba menerapkan kalimat yang menunjukkan empati dan tetap dengan rumus 7-38-55. Saya dekati Idhan, merangkul dia, dan bilang "Idhan mau main sama Apah ya? Apahnya baru sakit nak, yuk Idhan main sama Amah. Kita main bola yuk.."
Berhasil? Tidak. Idhan belum mau keluar dari kamar, tapi dia sudah berhenti berusaha membangunkan Apah.
Selanjutnya, saya mengulang ajakan untuk bermain di luar kamar. Meskipun terlihat enggan, namun Idhan mau beranjak keluar dari kamar.

Alhamdulillah, hari kedua tantangan terlewati.. pencapaian baru di hari ini.

Komentar

Postingan Populer