NHW #3 Membangun Peradaban dari Rumah
Alhamdulillah, akhirnya memasuki pekan ketiga kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional. Materi minggu ini bikin baper pake banget, sempat mewek juga karena belum bisa move on dari masa lalu, dan belum bisa menemukan inner child. Setelah mengatasi sesi baper, sekarang saatnya menyelesaikan misi menuntaskan NHW#3. Kayaknya NHW#3 ini bakalan jadi semacam curcol deh yaaa.. NHW#3 ini lebih banyak saya jawab berdasarkan apa yang ada di keluarga kecil saya.
Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda. Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.
Menulis surat cinta tidak lagi mudah untuk saya. Jiwa puitis dan 'menggombal' sepertinya sudah mulai luntur seiring dengan bertambahnya kesibukan dan kelucuan nak bujang 😀 Suami pun tersenyum simpul saat saya tunjukkan isi NHW#3 dari WA, dan suami pun bilang 'Bikinlah' sambil terus tersenyum. Saya pun meleleeehh dan berpikir tidak ada salahnya menggombal, siapa tau bisa seterusnya romantis saat menua bersama. Bukankah tujuannya adalah untuk jatuh cinta kembali? Siapa tau tidak bertepuk tangan.. Tapi waktu ditulis dan dibaca ulang, kok isinya jadi semacam surat gugatan ya? 😲
Setelah ditimbang2 lagi, tidak ada edisi revisi. Surat gugatan tetap dilayangkan, dengan harapan kami kembali termehek-mehek dengan adanya koreksi satu sama lain, biar plong ganjalan hati.
Respon suami awalnya cm centang biru aja tanda link yg dikirim via WA terbaca. G berapa lama suami pamit mau nengok nak bujang sblm jumatan. Sorenya, suami ngajakin buka puasa di luar sm nak bujang. Misi berhasil? Maksimal. Alhamdulillah.. semoga untuk seterusnya.
Jika dilihat dari 8 tipe kecerdasan anak menurut teori Multiple Intelligences, Faydhan belum terlihat tipe dominannya, namun dia terlihat agak menonjol pada 3 tipe .
1. People smart (kecerdasan interpersonal). Faydhan sangat suka jika dikelilingi oleh banyak orang. Dia senang mencari-cari perhatian dengan memasang ekspresi lucu sehingga orang disekitarnya akan tertawa.
2. Music smart (kecerdasan musikal). Faydhan sangat cepat menangkap irama musik. Dia akan menggoyangkan tangan dan kakinya mengikuti ketukan musik.
3. Nature smart (kecerdasan naturalis). Faydhan paling suka jika dibiarkan bermain di halaman, melihat ayam, burung, dan bermain di rumput. Biasanya dia akan menirukan gerakan-gerakan hewan yang ditemui, seperti kepakan sayap burung, lompatan katak, memanggil cicak.
Masih banyak hal yang bisa dikembangkan dari diri Faydhan, tugas sayalah sebagai madrasah pertamanya untuk menggali, mengenali, dan mengembangkannya tentunya saya juga harus banyak belajar dari berbagai sumber ilmu.
Kepribadian dan hobi saya tersebut yang membuat saya bisa 'klik' dengan suami. Suami yang cenderung diam, melengkapi saya yang cerewet. Hal itu membuat saya sedikit mengerem kebiasaan bicara ceplas-ceplos. Selain itu kami yang sama-sama hobi baca dan nonton film jadi sering menghabiskan waktu berdua di toko buku atau sekedar di depan televisi (sebelum punya anak tapiiii).
Mengapa Allah menghadirkan saya dengan potensi demikian dalam keluarga kecil ini? Keinginan kami (saya dan suami) sederhana saja, membersamai anak, yang susah payah kami perjuangkan kehadirannya, hingga dia cukup umur untuk dilepas. Untuk melepasnya tentu saja ia akan membutuhkan bekal, bekal ilmu. Tidak hanya ilmu yang diajarkan disekolah, tapi juga agama dan akidah. Pribadi sanguin saya setidaknya dapat membuka peluang untuk mengantar anak saya mengenal lingkungannya, menularkan jiwa petualang dan ingin tahu kepadanya. Dengan demikian, banyak hal yang dapat saya ajarkan kepada anak akan pengetahuan di luar sekolah, menjelaskan dan menunjukkannya dengan contoh yang ada dihadapannya. Sementara hobi membaca dan menonton film juga berusaha untuk ditularkan kepada anak. Bukankah perintah Allah kepada Rasul pertama kali adalah "Iqro".. Bacalah..
Setelah ditimbang2 lagi, tidak ada edisi revisi. Surat gugatan tetap dilayangkan, dengan harapan kami kembali termehek-mehek dengan adanya koreksi satu sama lain, biar plong ganjalan hati.
Respon suami awalnya cm centang biru aja tanda link yg dikirim via WA terbaca. G berapa lama suami pamit mau nengok nak bujang sblm jumatan. Sorenya, suami ngajakin buka puasa di luar sm nak bujang. Misi berhasil? Maksimal. Alhamdulillah.. semoga untuk seterusnya.
Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.
Sepertinya terlalu dini jika menyebutkan kekuatan diri dari Faydhan Rizwan, mengingat usianya yang masih 13 bulan dan masih punya banyak ruang untuk dieksplor dan dikembangkan lagi. Namun sampai dengan saat ini saya melihat jika Faydhan adalah anak dengan tipe belajar Kinestetik Auditori. Dia melihat, memperhatikan, dan menirukan dengan cepat. Selain itu sekalipun dia terlihat cuek dan asyik sendiri, namun ternyata dia mendengarkan dan kemudian mengulang kembali sekalipun masih dengan 'bahasa planet'nya.
Jika dilihat dari 8 tipe kecerdasan anak menurut teori Multiple Intelligences, Faydhan belum terlihat tipe dominannya, namun dia terlihat agak menonjol pada 3 tipe .
1. People smart (kecerdasan interpersonal). Faydhan sangat suka jika dikelilingi oleh banyak orang. Dia senang mencari-cari perhatian dengan memasang ekspresi lucu sehingga orang disekitarnya akan tertawa.
2. Music smart (kecerdasan musikal). Faydhan sangat cepat menangkap irama musik. Dia akan menggoyangkan tangan dan kakinya mengikuti ketukan musik.
3. Nature smart (kecerdasan naturalis). Faydhan paling suka jika dibiarkan bermain di halaman, melihat ayam, burung, dan bermain di rumput. Biasanya dia akan menirukan gerakan-gerakan hewan yang ditemui, seperti kepakan sayap burung, lompatan katak, memanggil cicak.
Masih banyak hal yang bisa dikembangkan dari diri Faydhan, tugas sayalah sebagai madrasah pertamanya untuk menggali, mengenali, dan mengembangkannya tentunya saya juga harus banyak belajar dari berbagai sumber ilmu.
Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yang anda miliki.
Saya adalah tipe sanguin yang senang dengan keramaian dan membuat kehebohan dan cenderung 'selebor'. Namun saya dapat duduk diam untuk jangka waktu yang lama untuk membaca dan menonton film. Saya sanggup melahap novel tebal dalam 1 hari. Saya juga sanggup menonton film seharian di depan televisi.Kepribadian dan hobi saya tersebut yang membuat saya bisa 'klik' dengan suami. Suami yang cenderung diam, melengkapi saya yang cerewet. Hal itu membuat saya sedikit mengerem kebiasaan bicara ceplas-ceplos. Selain itu kami yang sama-sama hobi baca dan nonton film jadi sering menghabiskan waktu berdua di toko buku atau sekedar di depan televisi (sebelum punya anak tapiiii).
Mengapa Allah menghadirkan saya dengan potensi demikian dalam keluarga kecil ini? Keinginan kami (saya dan suami) sederhana saja, membersamai anak, yang susah payah kami perjuangkan kehadirannya, hingga dia cukup umur untuk dilepas. Untuk melepasnya tentu saja ia akan membutuhkan bekal, bekal ilmu. Tidak hanya ilmu yang diajarkan disekolah, tapi juga agama dan akidah. Pribadi sanguin saya setidaknya dapat membuka peluang untuk mengantar anak saya mengenal lingkungannya, menularkan jiwa petualang dan ingin tahu kepadanya. Dengan demikian, banyak hal yang dapat saya ajarkan kepada anak akan pengetahuan di luar sekolah, menjelaskan dan menunjukkannya dengan contoh yang ada dihadapannya. Sementara hobi membaca dan menonton film juga berusaha untuk ditularkan kepada anak. Bukankah perintah Allah kepada Rasul pertama kali adalah "Iqro".. Bacalah..
Diberi amanah anak setelah lama berusaha dan memperjuangkan membuat saya dan suami berjuang sekuat tenaga untuk menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya. Semoga kelak kami dapat mempertanggungjawabkannya di akhirat dengan menjadikannya sebagai anak sholeh. Aamiin..
Ketika pada akhirnya kami 'terpaksa' pindah dan menetap di Manado, kami dihadapkan dengan berbagai perbedaan yang nyata dari lingkungan dan itu cukup membuat kami kelimpungan. Cerita lengkapnya dapat dilihat pada tulisan yang baru saja keluar dari draft 😋😋.. Ini link-nya http://dunia-maiya.blogspot.co.id/2017/06/2012-antara-jogja-jambi-manado-memahami.html
Dengan adanya cultural diversity tersebut justru membuat kami menyadari bagaimana rasanya menjadi minoritas. Bagaimana caranya bertahan di 'tanah' orang yang jauh dari keluarga yang biasanya senantiasa ringan tangan untuk membantu. Kami hanya berdua. Kami harus bisa saling menguatkan. Disinilah romantisme kami kembali terbangun.
Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? Adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?
Demi menjawab pertanyaan ini, saya menggali dalam-dalam draft yang ada di dalam blog dan menyelesaikannnya cepat-cepat 😅 karena terlalu panjang jika diceritakan dalam laman ini saja.
Ketika pada akhirnya kami 'terpaksa' pindah dan menetap di Manado, kami dihadapkan dengan berbagai perbedaan yang nyata dari lingkungan dan itu cukup membuat kami kelimpungan. Cerita lengkapnya dapat dilihat pada tulisan yang baru saja keluar dari draft 😋😋.. Ini link-nya http://dunia-maiya.blogspot.co.id/2017/06/2012-antara-jogja-jambi-manado-memahami.html
Dengan adanya cultural diversity tersebut justru membuat kami menyadari bagaimana rasanya menjadi minoritas. Bagaimana caranya bertahan di 'tanah' orang yang jauh dari keluarga yang biasanya senantiasa ringan tangan untuk membantu. Kami hanya berdua. Kami harus bisa saling menguatkan. Disinilah romantisme kami kembali terbangun.
Kami juga makin menyadari bahwa bekal agama adalah yang utama bagi anak. Karena kami tidak bisa setiap waktu mendampingi anak untuk memperdalam ilmu agama, maka kami berencana untuk memasukkan anak ke sekolah formal yang berbasis ilmu agama.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Semakin hari materi IIP semakin memunculkan tamparan buat diri saya. Makin banyak hal-hal yang saya sadari harus dibenahi. Alhamdulillah dipertemukan dengan IIP. Semoga semakin banyak perubahan positif demi menciptakan iklim positif peradaban dari dalam rumah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Semakin hari materi IIP semakin memunculkan tamparan buat diri saya. Makin banyak hal-hal yang saya sadari harus dibenahi. Alhamdulillah dipertemukan dengan IIP. Semoga semakin banyak perubahan positif demi menciptakan iklim positif peradaban dari dalam rumah.
Komentar
Posting Komentar