Games Bunsay #3 : Bangkit Setelah Sakit (Day 1)
Mengawali games di awal 2018 dengan setengah terlambat. Qadarullah, liburan akhir tahun Dan cuti awal tahun kami sekeluarga tidak berjalan seperti rencana indah kami. Idhan sakit, dan kami pun bertumbangan Satu per Satu. Idhan sempat tidak Saya lepaskan dari pengawasan, karena tiba-tiba step tanpa diketahui sebabnya. Suhu tubuh Idhan saat itu tidak tinggi, baru setelah step suhunya mulai Naik.
Jika Ada yang berpengalaman menghadapi anak step, mungkin bisa meninggalkan jejak di kolom komentar. Terus terang, ini Kali pertama saya menghadapi Idhan step. Biasanya dalam kondisi panas 39 dercel pun Idhan biasa saja, tidak sampai step.
Karena kondisi kesehatan Idhan, jadilaah Saya menjadi full-time Mama sejak senin kemarin. Hari ini Idhan sudah jauh lebih baik kondisinya, sehingga bisa diajak bermain-main dan sedikit belajar. Terus terang, tema games Kali ini membuat kening sedikit berkerut dan memutar otak mencari inspirasi hahahahaha.. Ada beberapa Hal yang Saya tekankan Hari ini pada Idhan:
1. Mengelola Emosi
Setelah liburan ini, Idhan Saya amati menjadi amat tergantung pada Apahnya. Hari ini selepas tidur siang, Idhan menangis meraung-raung mencari Apah. Ketika dijelaskan bahwa Apah tidak di rumah, Apah sedang bekerja di kantor, Idhan menangis Makin menjadi Dan mulai tantrum. Membanting, melempar segala yang Ada di sekitarnya. Di titik ini, Saya hanya bisa menghela nafas, memastikan tidak Ada yang berbahaya di sekitar Idhan, menegakan hati untuk berpaling, Dan menekan keinginan untuk menenangkan. Idhan harus belajar mengelola emosinya, bahwa tidak semua yang dia harapkan terkabul, dan bahwa kami orang tuanya tidak selalu Ada di sampingnya. 10 menit berlalu, dan tangisan mereda. Saatnya turun tangan, menjelaskan mengapa Amah bersikap demikian. Alhamdulillah, berhasil. Idhan tidak lagi mencari Apah di sisa Hari ini. Semoga pelajaran Hari ini tertanam di benaknya.
2. Mengasah Intelektual dengan Montessori
Keren amat ya istilahnya.. Montessori hahaha.. konsep Montessori Kali ini adalah bermain meronce dengan bahan gulungan karton bekas tissue dapur dan Tali sepatu. Idhan Saya minta untuk meronce gulungan karton tersebut dengan tali sepatu. Ternyata Idhan tidak tertarik.
Saya kemudian teringat dengan mainan kesukaan Idhan, sapu. Jadi sapunya ditegakkan, Dan saya minta Idhan untuk memasukkan gulungan kertas ke gagang sapu tanpa menjatuhkan sapunya. Berhasil. Idhan tertarik meskipun hanya untuk 20 menit, daaaan selalu gagal fokus saat didokumentasikan. Idhan sadar kamera bangeett.
Belakangan baru Saya paham, kenapa di video kedua Idhan bergerak aneh. Ternyata dia kebelet BAB hahahahaha..Oh ya, sedikit menambah dari games sebelumnya. Idhan sekarang sudah bisa berjalan ke kamar mandi sendiri saat dia merasa butuh menunaikan kebutuhan biologisnya. Alhamdulillah..
3. Berdoa dan mengenalkan Allah
Doa-doa harian sesungguhnya telah Saya ajarkan dari Idhan umur 6 bulan. Saya mengucapkan doa dengan lantang untuk setiap kegiatan yang Idhan lakukan, seperti sebelum makan, masuk kamar Mandi, hendak tidur, bersin. Biasanya Idhan hanya mengekor di bagian Aamiin.. Kali ini Saya mencoba mengajaknya untuk menyambung kata untuk doa sebelum makan Allahum.. "ma" barikla "na" dst. Ternyata Idhan bisa. Alhamdulillah.. PR besar untuk mengajarkan Al fatihah sebelum Idhan masuk sekolah.
Komentar
Posting Komentar