Games Kelas Bunda Sayang Level 1 : Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif (Hari 9)
*Lagi-lagi rapel*
Kemarin Idhan benar-benar rewel sedari pagi. Mungkin akumulasi kebosanannya di dalam rumah setelah lebih dari seminggu dia hidup di kantor yang selalu ramai dan banyak ruang baginya untuk bergerak. Akhirnya kami sempatkan untuk keluar rumah sekedar membeli bubur ayam untuk 'melunakkan' hati Idhan. Berhasil? Ya. Tapi hanya bertahan sampai dia tidur sesi 1 (Idhan masih tidur 2x, pagi dan sore).
Komunikasi produktif, dalam arti saya menawarkan dan direspon baik oleh Idhan, hanyalah saat saya menawarkan makan untuk Idhan. Selebihnya lebih banyak menguji kesabaran. Saya dan Apah Idhan benar-benar menahan diri untuk meladeni kerewelan si bocah.
Akhirnya di sore hari, saya biarkan Idhan bermain air dari selang. Permainan favoritnya. Harapan saya saat itu, Idhan senang, kemudian mau diajak kompromi.Ternyata masalah lain datang. Semut tanpa ba bi bu menggigiti kaki Idhan hingga bengkak di 5 titik. Cepat-cepat Idhan dimandikan, dioles anti inflamasi, kemudian saya tidurkan dia dengan setengah memaksa. Saat Idhan tidur, mata saya tidak dapat lepas darinya untuk memantau kondisinya. Ada ketakutan tersendiri karena saya punya riwayat alergi dengan gigitan semut. Jika digigit semut, saya bisa sampai sesak napas. Tapi nampaknya hal ini tidak berlaku untuk Idhan. Alhamdulillah..
Dimana produktifnya? Jika menurunkan frekuensi Idhan menangis dianggap pencapaian komunikasi produktif, maka artinya kemarin saya ada pencapaian.
Komentar
Posting Komentar