Games Kelas Bunda Sayang Level 1 : Tantangan 10 Hari Komunikasi Produktif (Hari 7)
*Setoran rapelan* #again 😑
Jumat kemarin benar-benar luaaaarr biasa. Rasanya komunikasi Produktif macet, dan mulai lagi dari nol. Sedari pagi Idhan sudah menunjukkan gejala ngadat gara-gara acara sarapannya terganggu. Walhasil, tepat seperti dugaan semula, seharian Idhan rewel akut di kantor.
Urat saraf yang tadinya ditahan supaya tidak mengencang akhirnya loss juga. Saya memanggil Idhan dengan nada tinggi. Idhan kaget luar biasa karena memang sudah lama dia tidak mendengar Saya bernada tinggi. Nangis? Ya. Idhan nangis seperti sakit hati.
Saya lebih sakit lagi. Diam-diam Saya menangis, dan cepat-cepat meminta maaf. Menjelaskan kenapa Saya sampai bernada tinggi padanya.
Macetnya komunikasi Produktif ini tidak hanya antara Saya Dan Idhan, tapi juga berimbas pada suami. Akhirnya banyak Hal yang Saya telan sendiri, tidak Saya utarakan pada suami demi mencegah kekusutan komunikasi menjadi semakin akut.
Pada titik ini, Saya sadar.. banyak banget peerkuu 😵😵😵
Jumat kemarin benar-benar luaaaarr biasa. Rasanya komunikasi Produktif macet, dan mulai lagi dari nol. Sedari pagi Idhan sudah menunjukkan gejala ngadat gara-gara acara sarapannya terganggu. Walhasil, tepat seperti dugaan semula, seharian Idhan rewel akut di kantor.
Urat saraf yang tadinya ditahan supaya tidak mengencang akhirnya loss juga. Saya memanggil Idhan dengan nada tinggi. Idhan kaget luar biasa karena memang sudah lama dia tidak mendengar Saya bernada tinggi. Nangis? Ya. Idhan nangis seperti sakit hati.
Saya lebih sakit lagi. Diam-diam Saya menangis, dan cepat-cepat meminta maaf. Menjelaskan kenapa Saya sampai bernada tinggi padanya.
Macetnya komunikasi Produktif ini tidak hanya antara Saya Dan Idhan, tapi juga berimbas pada suami. Akhirnya banyak Hal yang Saya telan sendiri, tidak Saya utarakan pada suami demi mencegah kekusutan komunikasi menjadi semakin akut.
Pada titik ini, Saya sadar.. banyak banget peerkuu 😵😵😵
Komentar
Posting Komentar